Alhamdulillah... Aku Lulus!

Cerita hari kemarin tuh ada kejutan pengumuman kelulusan para siswa. Seperti biasa sebelum prosesi sakral tersebut berlangsung, bapak ibu guru membekali mereka dengan wejangan-wejangan. Intinya, kalau dinyatakan lulus bergembiralah dan bersyukurlah. Sebab gembira tanpa syukur akan melahirkan uforia yang berlebihan. Efeknya akan tersandung pada jurang ketakberadaban. Begitupun kalau ternyata tidak lulus, bukan berarti pupus. Tidak lulus artinya harus belajar terus. Maka tak usah terlalu bersedih. Namun faktanya, mereka semua dinyatakan lulus, meskipun ada satu dua siswa yang harus menjalani syarat kelulusannya dengan "cambukkan kecil" demi kebaikan mereka di masa depan.

Dan tanpa dikomandoi berlebihan mereka serempak melakukan sujud syukur. Ada rasa terharu menyaksikan hal tersebut. Sesaat bayangan "ngeselin" mereka sirna ditelan syahdunya sujud syukur berjamaah. Semoga saja peristiwa ini membekas di hati sanubari mereka dan kami yang menyaksiakannya. Serta menjadi karakter yang melekat dalam setiap individu, yaitu karakter ahli sujud. Ahli ibadah. 

Mengamati selintas mereka berbusana muslim sepertinya tidak akan ada seremoni vandalisme coret-moret baju seragam. Namun kewaspadaan tidak pernah kami biarkan lengah. Para guru menggeledah tas-tas siswa. Didapati ada beberapa tas yang berisi baju seragam, HP dan alat tulis. Untuk sementara tak ditemukan benda mencurigakan semacam cat piloks di dalam tas mereka. Tetapi jangan lengah, terlusuri hingga ke bagasi. Siapa tahu mereka menyembunyikan barang tersebut. Ternyata ada juga yang mau mencoba melakukan pelanggaran. Untung segera tertolong. Jadi Alhamdulillah tidak terjadi aksi-aksi yang di luar kewajaran. 

Hal tersebut didukung pula dengan kondisi puasa. Energi puasa tidak hanya mampun mengalirkan semangat beribadah yang menggelora, melainkan juga cukup jitu mencegah kemungkinan buruk yang biasanya terjadi pada para siswa. "Alhamdulillah aku lulus..." mungkin kalimat pendek tersebut  saat ini menghiasi sebagian besar siswa madrasah di negeri ini. Lulus adalah kata yang dinanti-nanti sejak pagi oleh mereka. Karena kalau lulus berarti satu langkah menuju masa depan lebih mulus telah dimulai. Mereka akan naik level ke jenjang pendidikan berikutnya

Lulus ujian itu mengenakkan. Sebaliknya, gagal itu mengenekkan. tetapi semua kembali kepada masing-masing individu. Karena setiap peristiwa tentu ada hikmahnya. Bisa tidak nya buah hkmah itu terkupas tergantung instrumen pembukanya berupa hati nurani dan akal sehat yang dimilikinya.

Ujian tak perlu ditakuti karena dengan diuji berarti kita diberi peluang untuk naik derajat lebih tinggi. Bukankah Allah pun berkali-kali memberi isyarat bahwa ujian itu penting untuk membuat kita tabah, matang dan bermanfaat.

"Alif lam mim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka  akan luput dari (azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan." (QS Al-Ankabut:1-4)


Previous
Next Post »