Apakah Gadgetmu Mengalihkan Hatimu dari Ibadah Kepada Allah? Baca Ini!

Ada sebuah kisah menarik tentang sahabat Baginda Nabi Muhammad Saw. yaitu sayyidina Umar bin Khatab Ra. Beliau memiliki kuda yang sangat bagus. Saking bagusnya kuda beliau membuat semua orang ingin memilikikinya. Tanpa kecuali, orang-orang yahudi pun berani menawar kuda beliau dengan harga yang fantastis. Namun beliau tidak mau menjual kuda kesayangannya, meskipun ada yang akan membeli dengan harga yang sangat mahal. Mungkin kalau saat ini nilainya milyaran rupiah. 

Suatu hari saat waktu shalat ashar tiba semua shahabat shalat berjama'ah di masjid. Termasuk sayyidina Umar bin Khatab Ra. Namun tidak seperti biasanya, sayyidina Umar bin Khatab kali ini tertinggal satu rakaat sehingga beliau berjamaahnya masbuk. Selesai shalat beliau menyampaikan pengumuman kepada para sahabat agar tidak pulang duluan sebelum  beliau selesai zikir karena ada hal penting yang ingin disampaikannya.

Mendengar pengumuman itu semua jamaah pun menurutinya. Mengingat beliau adalah seorang pemimpin yang sangat berwibawa. selang beberapa menit kemudian beliau berdiri dan berkata, "Siapa yang menginginkan kuda saya, akan saya berikan gratis...". Maka semua hadirin terkesima mendengarnya. Lebih-lebih mereka yang sudah lama menginginkan kuda hebat itu. Akan tetapi sebelum ekpresi wajah hadirin berubah, sayyidina Umar bin Khattab pun melanjutkan perkataanya, " Ketahuilah wahai para hadirin, bahwa karena kuda itulah membuat saya tertinggal shalat berjamaah".

Mendengar kelanjutan pengumuman tersebut, maka seluruh wajah hadirin menjadi ciut. Mereka sadar sesadar-sadarnya. Shalat berjamaah lebih utama daripada kuda hebat yang milyaran rupiah tersebut walaupun gratis. Sayyidina Umar Ra dan sahabat lainnya adalah orang-orang bertakwa yang lebih memilih akhirat daripada dunia. Mereka tidak silau dengan gemerlap dunia yang mempesona, baik harta, tahta maupun wanita.

Bagaimana dengan kondisi kita saat ini? 

Dunia dengan segala pesonanya sering mengalihkan fokus kita dari tujuan sesungguhnya. Padahal setiap seminggu sekali kita diingatkan khotib jum'at dengan ucapan, "Ittaqullah...!". Bertakwalah kepada Allah di manapun kamu berada. Bertakwalah kepada Allah dengan sebaik-baik takwa. Janganlah sampai mati kecuali dalam keadaan muslim, berserah diri kepada Allah.

Orang yang bertakwa senantiasa mengupgrade dirinya agar kembali ke jalan yang benar. Melenceng sedikit segera tobat. Maksiat sedikit segera istighfar. Dan terus berusaha untuk terus istiqomah di jalan Allah Swt.

Dan seiring berjalannya waktu, semakin banyak benda yang mampu membuat kita terlena. Apalagi era digital saat ini. Di mana setiap saat kita tidak bisa berpisah dari gadget. Hampir setiap aktivitas kita sering teralihkan dengan yang namanya HP entah itu program Whatsapp, facebook, instagram dan lain-lain.Tak terasa, mau apapun kita tak mau tertinggal dari HP. Mau makan buka HP, mau tidur buka HP, mau mandi buka HP, mau shalat buka HP. Giliran HP tertinggal, menyesalnya bukan main.

Gadget memang sudah menjadi kebutuhan zaman ini. Jadi, benda tersebut sudah tak bisa disebut barang mewah lagi, kecuali tipe tertentu yang memang harganya di luar jangkauan orang kebanyakan. Siapa pun dan profesi apapun membutuhkannya. Jadi pada hakikatnya sebuah kewajaran kita sering berinteraksi via media gadget tersebut selama bermanfaat untuk kehidupan kita.

Adapun yang di luar batas kewajaran ialah penggunaan yang berlebihan. Gadget Maniak. Mereka yang teralihkan fokus ibadahnya, teralihkan fokus kerjanya, dan teralihkan kehidupan nyatanya dengan dunia digital yang tidak bermafaat. Bagaimana kalau dunia digitalnya bermanfaat seperti dipake untuk dakwah, bisnis online dan silaturahmi. Saya pikir itu lebih bijak. Tetapi tetap harus dimenej sedemikian rupa sehingga menggunakan gadget untuk bisnis dakwah dan sebagainya itu ada waktunya yang telah ditentukan.

Sekarang, kita saatnya belajar kepada kisah Sayyidina Umar di atas bahwa semahal dan sebagus apa pun kuda (baca: gadget) jangan sampai mengalihkan fokus kita dalam beribadah. Karena tugas kita hidup di dunia ini hanyalah untuk beribadah sebagaimana firman Allah, "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Adz-dzariat:56)
Previous
Next Post »