Kopeah Ini Menjagaku


Berpasangan. Itulah kesimpulan umum saat kita menafakuri ciptaan Allah Swt. Siang-malam, terang-gelap, benar-salah dan sebagainya. Bahkan dalam kehidupan sosial masyarakat pun kita bisa menyimpulkan hal demikian, yakni dua kutub berlawanan. Namun terkadang ada juga yang menawarkan jalan tengah. Mengambil maslahah dari kedua masalah yang berseberangan.

Tidak terkecuali dalam menyikapi cara orang berpenampilan. Akan ada banyak sudut pandang yang dijadikan patokan oleh setiap orang. Diantaranya ada yang berpendapat yang penting penampilan dulu, kualitas belakangan. Dan ada pula yang bersikukuh apalah artinya penampilan kalau mutunya pas-pasan. Dalam hal ini saya kira tidak ada benar atau salah, semua keputusan diserahkan kepada pribadi masing-masing. 

Ada hal yang tidak kalah penting dari semua perdebatan apapun yaitu etika. Bagaimana etika atau akhlak ini tetap terjaga dalam kondisi sepanas apapun. Karena akhlaklah yang melahirkan keindahan dalam hidup. Maka tidak mengherankan jika Rasulullah Saw jauh-jauh hari telah memproklamirkan bahwa beliau diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak sebagaimana sabdanya, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”.

Berpenampilan menarik baik secara etika maupun estetika sangatlah dianjurkan. Namun akan lebih elok lagi jika performa baik itu menggambarkan hati yang baik. Jangan sampai kita terjebak dengan sibuk mempersolek casing, tapi lupa dengan isi otak dan hati. Ingatlah dengan nasihat KH. Achmad Musthafa Bisri, “Penampilan luar orang belum tentu menggambarkan pribadinya, bahkan seringkali kita terkecoh kalau hanya melihat penampilan seseorang. Bukankah kita sering melihat orang yang tampaknya sopan dan halus, ternyata tabiatnya suka menghasut”.

Dan bagi kita yang terbiasa dengan penampilan baik, seperti busana muslim-muslimah. Itu sudah sangat bagus. Teruslah berjuang untuk menjaga citra diri muslim-muslimah sejati sembari mempelajari, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Islamnya. Jadikanlah penampilan islami kita sebagai sarana untuk menjaga kita agar malu untuk berbuat yang bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam. Sebagaimana kata Kang Santri, "sarung dan kopeah ini menjagaku, sehingga aku malu untuk melakukan kemaksiatan". Jadi, abaikan saja ocehan orang lain, fokuskan untuk memperbaiki diri kita masing-masing. Sepakat?



Previous
Next Post »