Ada Apa Diantara Liburan dan Lebaran?

Ada Apa Diantara Liburan dan Lebaran
Sekitar tahun 2003-2004 dulu adalah masa transisi saya selepas lulus MAN. Pada waktu itu kondisi sedang galau antara terus ikut berdagang di Jakarta dengan nekad melanjutkan kuliah tanpa peduli kondisi ekonomi orang tua. Akhirnya petunjuk Allah lebih kuat untuk melanjutkan kuliah meskipun dengan modal nekad. Tidak tanggung-tanggung saya memilih ke Universitas Pendidikan Indonesia yang berada di jantung utara kota Bandung. Jujur pada waktu itu saya belum tahu sama sekali yang namanya kota Bandung seperti apa. Berbekal motivasi yang kuat, bukan hanya mencari gelar sarjana. Tetapi lebih dari itu adalah mencari pengalaman hidup. Karena saya 100% percaya dengan ungkapan Experience is The Best Teacher.


Di sela-sela kegalauan itu saya sering merapat ke Mas Mumun, seorang pengedar majalah asal Madura. Dari mas Mumun saya sedikit demi sedikit menambah wawasan tentang berbagai hal. Saya temukan berbagai informasi dari surat kabar dan majalah baik skala lokal kota Jakarta maupun nasional. Diantara sekian banyak bacaan, ada yang menarik hati saya untuk membacanya karena penulisnya adalah teman saya sendiri alumni MAN 1 Brebes. Adalah mas Hasan Fauzi yang mengupas tuntas tentang kalimat Lebaran. Sehingga artikel tersebut menginspirasi saya untuk membuat teks khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda di kemudian hari.

Kalau tidak salah teks tersebut dibuat saat Idul Fitri tahun 2013/1434 H saat saya baru mudik kembali ke kampung halaman. Dua tahun sebelum itu kami sekeluarga tingga di rumah mertua. Alhamdulillah mas Hasan sahabat saya telah menginspirasi dengan tulisan kerennya di Majalah Hidayah. 

Dari sini saya teringat pesan mas Isa Alamsyah bahwa ide itu bisa datang dari mana saja. Ide tulisan bisa kita dapatkan dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Termasuk dari bacaan yang kita baca. Bahkan membaca itu mejadi sebuah kewajiban bagi orana yang bernawaitu ingin menjadi penulis. Sebagaimana orang yang ingin menjadi pembicara yang baik harus menjadi pendengar yang baik. Maka demikian juga orang yang ingin menjadi penulis yang baik pun harus menjadi pembaca yang baik.

Haduh kena deh....ternyata sekarang saya termasuk jarang baca. Tidak seperti dulu saat sekolah, orang menjuluki saya sebagai kutu buku. Namun sekarang tinggal kenangan. Padahal seharusnya dari kutu buku ditingkatkan menjadi predator buku, hehehe. Tapi insyaa Allah berbekal pendidikan madrasah ramadhan kemarin. Kini motivasi membaca saya meningkat lagi. Semoga terus bertahan.

Jadi, antara Lebaran dan Liburan itu ada apa? Ada kesempatan untuk memperbaiki diri dalam segala hal. Termasuk dalam pembiasaan membaca. Terkhusus bagi seorang guru, maka liburan ini jangan lupa untuk mempersiapkan segala senjata untuk KBM. Apalagi kalau bukan administrasi guru atau perangkat KBM.



Oh iya, inilah teks khutbah Idul Fitri bahasa Sunda yang pernah saya tulis berdasarkan inspirasi tulisan teman saya (Mas Hasan Fauzi) di Majalah Hidayah: 

Previous
Next Post »