Budak mabok

Entah tahun berapa kejadiannya. Saya lupa. Yang jelas, jika teringat suka ingin nyerengeh sendiri. Hehehe.

Singkat cerita. Pada waktu itu saya termasuk anak baru dalam organisasi mahasiswa yang bernama UPTQ. Saya gak mau ketinggalan kegiatan-kegiatan yang ada di sekitar sekre al-markjaz tersebut.

Nah ketika itu akan diadakan event besar. Jadi kita harus stanby mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan sampai larut malam. Rasa kantuk sepertinya sudah tak tahan. Namun tetap kupaksakan soalnya malu sama yang lebih senior. Selain ngantuk, juga perut terasa kukurubukan. 

Dan kalau sudah lapar begini, saya gak tahan. Terpaksa cepat-cepat nyalakan vespa inventaris DKM agar segera menuju warung nasi gudeg jogja. Warung tersebut sebenarnya tidak jauh dari gerbang kampus bumi siliwangi UPI. Posisinya berada di seberang kampus. Pagigir-gigir dengan Penerbit Geger Sunten.

Sebenarnya saya juga belum begitu lihai naik vespa. Namun karena terpaksa. Lahawla saja lah. Pikirku dalam hati. Sementara  posisi mata nyaris 3 watt. Dan, gorolong saja vespa berjslan sempoyongan.

Tepat berada di depan warung nasi gudeg tadi. Saya berhenti. Tujuan mau parkir, tanpa sadar setengah badan motor terperosok ke dalam selokan yang cukup dalam tanpa bisa dikendalikan oleh saya yang sangat ngantuk. Dan kebetulan kondisi rada gelap.

Namun, tidak berselang lama akang-akang ojeg berdatangan menbantu ngahanjatkeun saya dan motor nu tigebrus. Pelajaran berharga: Jangan mengendarai motor saat ngntuk berat.

Sayangnya bukan peristiwa itu yang membuat saya tertawa sendiri. Tetapi keesokan harinya saat saya kembali ke warung gudeg tersebut. Saya mendapati kumpulan pemuda sedang kongkow sambil tertawa gembira. "Keur peuting aya budak mabok naek vespa tigebrus di dinya tah hahaha...."

Dan saya pun gak kuat menahan tawa sendirian sambil ngaleos menjauhi warung. Oh jadi begini rasanya diomongkeun kubatur teh hehehe.

Previous
Next Post »