Jangan Nunggu Sukses Kalau Mau Sukses

jangan nunggu sukses kalau mau sukses
Ketika saya membuka lembaran pertama dalam planner produktivitas ditemukan sebuah kata mutiara yang sangat makjleb. Bunyinya begini:
"You Don't Have to Be Great to Start, But You Have to Start to Be Great" -Zig Ziglar
artinya kurang lebih, " Kamu tidak harus menjadi besar untuk memulai, tetapi kamu harus memulai untuk menjadi besar".

Kata-kata motivasi dari motivator terkemuka kelas dunia ini sungguh sangat membakar hati. Di dalamnya terkandung makna yang berharga. Bahwa untuk melakukan sesuatu kebaikan tidak harus menunggu sempurna. Tetapi lakukan saja sekarang sambil melakukan proses menuju kesempurnaan. Karena kalau menunggu terus maka selamanya akan terus menunggu. Bukankah dalam pepatah yang lainnya disebut No Body Perfect, tak ada orang yang sempurna?

Maka kalau Anda yakin dengan itu semua. Tak ada kata entar yang ada enter. Tak mungkin bilang esok tapi now. Action dan action. Anda yang mau menulis, tulis saja apa yang dipikiran saat ini juga. Jangan nunggu seminggu, sebulan, bahkan setahun. Karena boleh jadi entar-besok-nanti yang anda rencanakan hanya menjadi rencana saja kalau tidak ada eksekusi segera.

Entar-esok adalah kata-kata yang membunuhmu.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran untuk diterapkan dalam segala bidang kehidupan. Meskipun pada aplikasinya harus disesuaikan dengan karakter aktivitas, situasi dan kondisi Anda sendiri. 

Anda yang memahami kalimat motivasi ini akan lebih memilih praktek daripada teori. Akan lebih memilih sekarang daripada nanti sehingga jika:
  • Anda seorang pelajar, akan memilih belajar dari sekarang daripada menunggu nanti kalau ada ujian
  • Anda seorang santri, akan memilih mulai berdakwah dari sekarang daripada menunggu nanti kalau sudah jadi kiyai
  • Anda sebagai pebisnis, akan memilih action daftar/beli sekarang daripada menunggu nanti kalau sudah ada modal
  • Anda yang jomblo, akan berusaha maksimal untuk segera menikah daripada harus menunggu mapan dalam bidang harta dan yang lainnya
  • Anda yang hendak bersedekah tidak harus menunggu kaya untuk berbagi karena sedekah itu luas. Dan siapa pun bisa melakukannya.
Dan sebagai apapun profesi Anda, hendaknya menghargai waktu dengan tidak menunda-nunda kebaikan.


Saya hanya ingin mengatakan kepada Anda bahwa bagaimana pun juga tidak akan ada orang yang sempurna. Tidak ada orang sukses yang instan karena mie instan juga kalau mau dimakan butuh proses direbus terlebih dulu. Semuanya membutuhkan proses yang panjang dan berliku. Maka ketika melihat orang sukses, jangan lah Anda melihat dari sudut hasilnya saja. Karena dibalik kesuksesan mereka ada duka-lara-derita yang dia jalani dalam menggapai kesuksesannya. Dan itulah poin penting yang harus kita ambil. Sukses itu butuh proses bukan protes.

Kadang saya sendiri kalau ada yang nyeletuk, "enak ya akang mah sudah jadi PNS, pebisnis sukses juga...". Alhamdulillah semua ini rezeki dari Allah.  Disamping tentunya kita berjuang menikmati prosesnya. Kadang orang tidak mau tahu bagaimana episode demi episode penuh perjuangan yang dialami orang-orang sukses. Untuk lebih bijaknya kita juga mesti sering membaca biografi orang-orang sukses agar bisa mengambil pelajaran dari perjuangan mereka meniti karir dari nol bahkan dari minus.

Bukankah perjalanan Baginda Rasulullah Saw juga penuh perjuangan sedemikian rupa sehingga dapat diambil pelajaran oleh umatnya dalam berjuang. Padahal kalau lah beliau mau, gunung uhud itu bisa jadi emas untuk kekayaan beliau. Namun nyatanya beliau memilih hidup sederhana.

Bukankah malaikat Jibril pun pernah menawarkan diri untuk membumihanguskan orang-orang Thaif yang pernah menghinakan, menyiksa dan kurang ajar kepada beliau. Namun faktanya beliau menolak dan memilih mendoakan kebaikan untuk mereka.

Bahkan untuk mengalahkan musuh-musuh bisa beliau selalu menang dengan penuh keajaiban. Namun faktanya beliau pernah terkena panah, terluka bahkan sampai berdarah-darah. Padahal kalau mau beliau tidak harus begitu berlelah-lelah. Namun faktanya tidak demikian. Semua itu untuk diambil pelajaran bagi kita umatnya.

Semua bagi Rasulullah bisa instan bim salabim, namun beliau memilih proses untuk mengajarkan kita agar belajar sabar dalam perjuangan hidup. Karena setiap desah nafas perjuangan Anda bisa bernilai ibadah sebagai tabungan bagi Anda. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang sukses dunia akhirat. Amin.

Previous
Next Post »