Karena Belajar Itu Sepanjang Hayat

Karena Belajar Itu Sepanjang Hayat
Anda patut bersyukur karena masih memiliki hasrat untuk terus belajar. Kita tak perlu memedulikan menjadi apa posisi kita saat ini, karena belajar itu adalah kunci kesuksesan. Termasuk jika Anda ditakdirkan menjadi seorang pengajar, maka belajar itu menjadi sebuah kebutuhan. Kenapa? Karena dengan semangat belajar yang terus menyala, artinya Anda punya modal utama untuk mempersaingkan diri Anda dalam hal positif agar menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Pribadi pembelajar juga menjadi syarat penting untuk menjadi pengajar. Ada sebuah ungkapan menarik yang isinya, kalau Anda tidak mau terus belajar, maka berhenti saja menjadi pengajar.

Ilmu pengetahuan yang terus bergerak dinamis memberikan tantangan tersendiri bagi kita untuk terus belajar. Teknologi yang semakin canggih mengakibatkan life style manusia cepat berubah. Tak terkecuali, anak-anak kita pun terkena dampak perubahan zaman yang semakin mengglobal ini. Karena itu jika seorang guru tidak mengikuti perkembangan zaman, maka mungkin saja bisa tereliminasi dari pusat perhatian siswanya. Sedangkan guru yang baik itu mesti menjadi idola dalam hal positif, bisa digugu dan ditiru.

Maka program guru pembelajar yang pernah dirilis oleh Pak Menteri Anies, hendaknya dihidupkan lagi dengan lebih luasdan luwes. Dan kalaupun saat ini program tersebut belum dilanjutkan, maka tidak ada salahnya kalau setiap pribadi menginisaliasi diri sendiri untuk mengupgrade diri masing-masing. Dan hasilnya kita bisa menjadi guru yang mumpuni baik secara ilmu kependidikan, kepakaran bidang studi yang diampu maupun kompetensi lainnya.


Termasuk di dalamnya adalah keterampilan dalam ber-IT. Ini menjadi syarat penting dalam beradaptasi dengan isyu terkini. IT itu ibarat komunikasi, menjadi penghubung antara sumber belajar dengan KBM yang terpusat pada siswa.

Maka semangat belajar harus terus ditumbuhsuburkan, baik formal maupun nonformal, berijazah atau tanpa ijazah. Oleh karena komunitas-komunitas guru hendaknya diberdayakan untuk mengakomodir segala permasalahan terkait pendidikan. Termasuk ihwal guru pembelajar.

Bagaimana bentuk belajar yang baik dilakukan saat ini? Belajar yang bisa mencerdaskan guru dalam segala bidang yang dapat mendukung karir profesinya. Walaupun demikian, intisari dari fungsi guru itu sendiri tetap harus dinomorsatukan. Sebagaimana akronim guru bisa digugu dan ditiru, menjadi suri teladan dalam kebaikan.

Diantara bentuk pendidikan yang perlu difokusi guru adalah pendidikan formal. Untuk memfasilitasi ini, pemerintah khususnya kemenag melalui Dirjen Pendis telah merespon dengan baik diantaranya dengan menawarkan Program unggulan berupa Beasiswa S2 untuk guru madrasah dan calon pengawas tahun 2019. 

Nah untuk mengetahui detailnya informasi Beasiswa S2 tersebut silakan Download di sini: SK Juknis Beasiswa S2 dan informasi lampiran selengkapnya di sini Lampiran Juknis Beasiswa S2 semoga bermanfaat.
Previous
Next Post »