Garing, Gara-gara Daring

garing, gara-gara daring
Banyak orang mengira kalau kuliah daring itu mudah. Faktanya memang mudah, hanya perlu gadget baik Personal Computer (PC) atau pun smartphone, ditambah kuota internet. Lebih enak sich kalau ada wi-fi gratis, hehehe. Tapi jangan terlalu berharap yang gratisan apa lagi pake ngemis-ngemis, gak etis. Kecuali kalau memang "nyampak" tersedia, ya sudah asas manfaat saja. Seperti saya nih kadang memanfaatkan wi-fi yang tersedia di sekolah untuk mengembara di dunia maya, terutama melakukan kuliah daring.

Pertanyaannya do you know daring? Daring merupakan akronim dari frasa "Dalam Jaringan" yakni padanan bahasa Indonesia untuk menerjemahkan kata online. Lawan kata Daring adalah Luring atau luar jaringan (offline). Era informasi dan teknologi saat ini telah menghantarkan gaya hidup baru yaitu gaya hidup digital. Oleh karena itu pendidikan sebagai sarana untuk memanusiakan manusia pun turut mengembangkan sayap edukasinya melalui jalur daring ini. 

Terus apa saja manfaat belajar secara daring? Sebagai sebuah cara belajar jaman now maka daring memiliki keistimewaan diantaranya: Pembelajaran tidak harus tatap muka, menghemat waktu, penyampaian materi bisa homogen, dan sebagainya. Namun disamping manfaat atau keistimewaan yang banyak cara belajar online ini pun menyisakan permasalahan yang cukup banyak. Diantaranya: lebih melelahkan karena saat daring berlangsung kita juga disibukkan dengan kegiatan yang lain, gangguan sistem, gangguan aliran listrik dan internet, dan sebagainya. 

Ada lagi dampak sistemis yang saya saya rasakan dari mengikuti daring ini. yaitu garing. Garing dalam artian melelahkan dan garing dalam artina ide menulis menjadi kering, karena pikiran terkuras dengan daring. Mungkin ini terjadi akibat saya belum benar-benar memahami "akidah penulis". Penulis sejati bisa menulis disaat apapun di manapun. Walhasil, dalam kondisi daring pun jika akidah penulisnya kuat, pasti bisa menulis, minimal curhat tentang daring seperti ini. Sayangnya saya baru sadar dan tobat sekarang. Kenapa gak dari dulu? hehehe.

Sudahlah, biar orang Barat bilang, "Better late then never". Lebih baik terlambat daripada tidak melakukan sama sekali. Lebih baik saya baru kembali nulis sekarang dari pada terus menerus lupa menulis. Padahal nulis itu adalah terapi untuk menghilangkan kejenuhan dalam menjalani Daring ini.

Dan terkadang ada saja orang sekitar yang tidak memahami kalau kefokusan kita berhadapan dengan laptop atau handphone bukan berarti keegoisan. Tetapi sebuah perjuangan untuk meraih harapan menjadi guru profesional. Bahkan sebuah kesyukuran bisa lolos pretest PPG. Dengan sistem pendidikan profesi yang sekarang, untuk meraih secuil kertas  sertifikat pendidik tidak lah mudah. Karena kita harus berdarah-darah baik seperti sekarang daring maupun nanti tatap muka dengan instruktur dengan waktu yang cukup lama jika dibanding dengan sistem yang lama. 

Akan tetapi, jika kita kita memiliki semangat belajar yang selalu menyala, apa pun sistem nya pasti bisa diatasi. Sambil kita berpusing-pusing sebenarnya ada pelajaran berharga yang didapatkan dan ini tidak diperoleh oleh mereka yang mengikuti sistem pendidikan profesi cara lama. 

By the way, ternyata banyak juga teman yang nanya-nanya gimana sich Pak Daring itu? Untuk menjawab kepenasaran temen yang nanya, sengaja saya buatkan video tutorial cara login PPG Daring . Silakan dicoba barangkali bermanfaat. Dan bagi Anda yang ingin tahu salah satu contoh hasil tes sumatif yang sudah saya kerjakan, bisa dicek di sini Hasil Tes Sumatif Modul 3 Wilujeng wayah kieu. Semoga Anda senantiasa dalam kebahagiaan dan keberkahan. Amin
Previous
Next Post »