Jangan Tanyakan Wawasan Kebangsaan Kami

Wawasan kebangsaan
Apa yang terbayang dalam benak Anda saat membaca judul artikel ini? Mungkin anda pandangan anda akan berbeda-beda. Dan itu sah-sah saja. Lagi pula saya tak memiliki hak untuk melaraang apapun yang terlintas dalam pikiran anda. Justru saya berterima kasih kepada Anda yang mau membantu saya berpikir tentang wawasan kebangsaan. Dan jujur saja, bahwa tulisan ini terinspirasi dari kegiatan workshop hari kemarin. 

Mungkin boleh dikatakan bahwa artikel ini merupakan resume materi wawasan kebangsaan. Dan di paragraf-paragraf berikutnya akan saya sajikan juga file materi utuh yang bisa diunduh jika anda membutuhkannya. 

Wawasan kebangsaan ini erat kaitannya dengan politik. Karena ketika kita ingin membahas wawasan kebangsaan, maka otomatis akan bersinggungan dengan masalah politik. Sebagaimana kita ketahui dari penelusuran sejarah, bahwa Nusantara ini sejak dulu sudah digandrungi oleh bangsa-bangsa asing. Warga nusantara yang mayoritas beragama Hindu, kedatangan tamu dari Barat untuk mencari rempah-rempah.

Setelah sampai di nusantara bangsa asing tersebut rupanya kehilangan arah. Mereka tadinya sekedar mencari rempah-rempah untuk memenuhi kebutuhannya, justru tergoda melampiaskan hawa nafsunya karena mereka melirik potensi ekonomi yang lebih besar dari sekedar rempah-rempah. Maka naluri rakusnya semakin menjadi-jadi, sehingga terjadilah penjajahan terhadap negeri kita. Apalagi bangsa asing itu menganut falsafah hidup yang mengatakan, "Kuasai minyak maka anda akan menguasai negara, kuasai pangan maka anda akan menguasai rakyat". Dan paham seperti masih terus mereka pegang hingga sekarang. Itulah mental penjajah.

Pada waktu itu, bangsa Indonesia dalam keadaan sangat tertinggal. Karena yang menikmati pendidikan hanyalah segelintir orang dari kalangan orang kaya dan orang yang ada ikatan kepegawaian dengan Belanda. 

Namun tanpa disadari penjajah bahwa ada kalangan cerdik yang berdomisili di daerah-daerah pinggiran. Mereka adalah kalangan santri, kiyai dan niagawan muslim. Kaum muslimin cerdas ini merespon keadaan dengan solusi mencerdaskan rakyat, yaitu dengan mendirikan lembaga pendidikan pondok pesantren. Dari pesantren-pesantren inilah lahir pemikiran-pemikiran jenius untuk menyadarkan rakyat sekaligus menyelamatkan umat dan bangsa Indonesia dari kekangan para penjajah.

Para kiyai begitu ikhlas mencerdaskan umat. Bukan dunia yang mereka inginkan, namun keselamatan dan kebahagiaan sebagai warga bangsa yang dicita-citakan. Mereka sungguh-sungguh rela berkorban dengan apa yang dimilikinya baik pikiran, harta benda, bahkan nyawa sekalipun. Dan respon solusi pendidikan bermuara pondok pesantren inilah sebagai bukti tak terbantahkaan mengenai wawasan kebangsaan umat Islam Indonesa. 

Wawasan kebangsaan kita berlandaskan nilai-nilai Islam. Dan nilai-nilai Islam tidak bertentangan dengan wawasan kebangsaan. Jadi, jangan tanyakan lagi wawasan kebangsaan umat Islam karena sudah terlalu banyak bukti berbicara tentang sepak terjang umat Islam di Indonesia sepanjang masa.

Oh iya, bagi teman-teman yang ingin memiliki file materi wawasan kebangssaan bisa DOWNLOAD DI SINI ya. Silakan semoga bermanfaat


Previous
Next Post »