Menyongsong Era Belajar Tanpa Batas

Menyongsong Era Belajar Tanpa Batas
Mungkin anda juga pernah mendengar bagaimana kondisi kakek-buyut kita saat mereka belajar. Saya sendiri langsung mendengar cerita dari almarhum Abah. Beliau merupakan salah satu motivator hidup yang selalu membakar semangat saya dalam belajar. "Ngaji, sholat, sakola". Itulah tiga kata yang sering jadi tema nasihatnya. Semoga beliau mendapat rahmat Allah di alam barzah, amin.

Diantara sekian banyak cerita, saat beliau Sekolah Rakyat (SR), kalau sekarang SD. Itu alat tulisnya menggunakan sabak. Ketika guru menjelaskan sebuah ilmu para murid mencatatnya disabak. Selesai belajar hapus lagi. Ganti dengan pelajaran yang lai. Selesai pelajaran, hapus lagi. Dan begitulah seterusnya. Jadi, mau tidak mau para murid harus menggunakan kekuatan daya ingatnya terhadap pelajaran. Karena tidak ada catatan tersisa untuk mereka baca di rumah. Begitulah keprihatinan para siswa jaman dulu. Namun hasil didikan masa lalu telah banyak yang menjadi "orang" pada masa kini.

Berbeda dengan zaman dulu, sekarang ini fasilitas "pabalatak". Media pembelajaran apa saja ada. Bahkan media manual seperti buku itu sudah nyaris dianggap kuno. Ini saking banyaknya media yang bisa digunakan baik secara offline maupun online. Hanya saja semangat belajar dari anak-anak zaman now agak berkurang. Mereka lebih mengutamakan bermain, dengan istilah mabar dan lainya. Padahal kalau semangat belajar mereka ditingkatkan maka boleh jadi kemajuan pribadi dapat diraih dengan cepat. 

Pendek kata, sekarang ini sudah memasuki era belajar tanpa batas. Dari mana saja kita bisa belajar. Bahkan meskipun sekarang sedang musim wabah virus Corona, tidak menghalangi proses belajar mengajar. Karena kita bisa memanfaatkan moda daring dalam pembelajaran atau e-learning. Saya sendiri sudah memanfaatkan media online untuk kegiatan pembelajaran ini jauh sebelum musim virus Corona ini. Contohnya SOAL ONLINE BAHASA ARAB KELAS 9 ini bisa. dicoba.

Kita berharap era belajar tanpa batas ini bisa dimanfaatkan untuk kemajuan diri kita, anak didik kita, dan semua warga masyarakat di sekitar kita. Ingat teknologi ini tidak membahayakan. Sesungguhnya yang berbahaya adalah jika kita salah kaprah dalam menggunakannya. Maka gunakan HP, laptop, Komputer, internet untuk kebaikan, seperti belajar, mengajar, berbisnis, berdakwah dan lain-lain. insyaa Allah manfaat.
Previous
Next Post »