Rayakan Kesuksesan Kecilmu Dengan Ini

sukses

Sukses merupakan kata yang didambakan oleh setiap orang. Apapun passion dan profesinya, sukses adalah tujuannya. Dan itu adalah hak setiap orang, maka jangan batasi cita-cita sukses anda dengan cibiran orang lain. Biarkan saja orang menyepelekan Anda, buktikan dengan aksi nyata bahwa Anda mampu meraih sukses yang diharapkan.

Dan setiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang sukses ini. Sukses bagi anda belum tentu dalam pandangan orang lain. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, tidak penting memaksakan pendapat anda kepada orang lain. Toh orang lain punya pengertian tersendiri tentang kesuksesannya masing-masing.

Namun ada faktor kesuksesan yang sering luput dari kesadaran kita. Apa itu? Diantaranya kita sering lupa untuk menginventarisir kesuksesan-kesuksesan kecil yang kita raih setiap hari. Padahal kesuksesan besar yang Anda harapkan boleh jadi merupakan akumulasi dari kesuksesan-kesuksean kecil yang anda raih setiap saat. Dan untuk mengetahuinya kita tak perlu berpikir dengan logika tingkat tinggi. Sedarhana saja.

Coba kita lakukan pembiasaan ringan rutin setiap hari. Betapa banyak kesuksesan yang kita raih. Alhamdulillah pagi siang ini sukses menulis artikel, walaupun sederhana. Alhamdulillah siang ini bisa melaksanakan kewajiban shalat dzuhur berjamaah. Alhamdulillah sampai saat ini panca indra kita masih berfungsi dengan baik. Dan bahkan Alhamdulillah bisa bersin saat ini, meskipun di kanan kiri kita curiga, jangan-jangan Corona. hehehe

Ah terserah saja. Karena faktanya bersin itu nikmat. Anda mungkin pernah merasakan mau bersin tapi batal, bagaimana rasanya? Ya, tidak nyaman. Maka tidak mengherankan dalam ajaran Islam, seseorang bersin dianjurkan untuk membaca kalimat hamdallah: Alhamdulillah.

Adanya perintah atau anjuran tentu mengandung hikmah yang perlu digali. Termasuk dalam hal bersin ternyata ada hubungannya dengan otak diantaranya dalam situs NU Online penulis mengutip sebuah penjelasan ulama yang artinya:

“Menurut Al-Halimi, hikmah pensyariatan baca ‘alhamdulillah’ bagi orang yang bersin adalah bahwa orang yang bersin itu menolak hal yang dapat menyakiti otak yang di dalamnya (otak) terdapat kekuatan berpikir. Di samping juga otak sebagai pusat dari sistem urat-saraf, di mana urat-urat saraf merupakan sumber pencerapan. Dengan keselamatan otak maka selamat pula anggota tubuh lainnya. Dari sini, tampak jelas bahwa hal tersebut sungguh merupakan kenikmatan besar karenanya sudah pas jika diimbangi dengan pujian kepada Allah dengan mengatakan ‘alhamdulillah.’ Sebab di dalamnya mengandung pengakuan hanya bagi Allah segala penciptaan dan kekuasaan, dan penyandaran penciptaan hanya kepada Allah, bukan yang lain,” (Lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, Beirut, Darul Ma’rifah, 1379 H, juz X, halaman 602)

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/79837/hikmah-di-balik-baca-alhamdulillah-saat-bersin-1

Di samping itu, beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca sebuah buku. Dalam buku tersebut dibahas bahwa ketika kita bersin, maka sepersekian ribu detik sistem organ kita mendadak mati. Bayangkan, seandainya kematian sesaat itu terus berlanjut dipastikan orang yang bersin banyak yang mati mendadak. Tetapi dengan keMahaMurahan Allah Swt. Alhamdulillah sehabis bersin kita masih hidup. Sehingga dianjurkan untuk bersyukur dengan mengucapkan hamdallah. Karena dengan bersin ini sejatinya kita baru saja meraih kesuksesan.

Dan kesuksesan kecil itu berseliweran di sekitar kita. Maka alangkah lebih bijak jika kita sering menginventarisirnya demi menambah kesyukuran kepadanya. Karena kesuksesan-kesuksesan kecil itu adalah tangga emas menuju kesuksesan besar. Ingat rumus sederhana bahwa rumus untuk mengundang nikmat Allah adalah mensyukuri nikmat yang ada. Maka mari kita rayakan kesuksesan kecil kita setiap saat dengan memperbanyak syuku kepada Allah Asy-Syakur. Setuju?

 

Previous
Next Post »