Bayangkan Jika Ini Shalat Terakhirmu

shalat

Shalat merupakan ibadah istimewa bagi umat Islam. Shalat 5 waktu merupakan kewajiban harian yang harus dilaksanakan oleh muslim yang mukallaf. Mereka yang telah memenuhi syarat aturan syariat Islam, tanpa kecuali wajib melaksanakan kewajiban yang satu ini dalam kondisi apapun. Apakah sedang perang atau damai, sedang sehat atau sakit, sedang mengembara atau mukim di kampung halaman. Orang Islam yang mukallaf berdosa jika meninggalkan shalat tanpa uzur syar'i (alasan yang dibolehkan).

Dan shalat ini sebenarnya untuk kita masing-masing. Anda melaksanakan shalat maka kebaikan bagi anda. Dan kabar gembiranya, setiap kebaikan yang kita lakukan itu hikmahnya kita dapatkan secara berlipat ganda. Di dunia kita akan mendapatkan manfaatnya di akhirat pun demikian, insyaa Allah. Untuk hikmah di dunia ini saja sangat banyak jumlahnya. Tidak sedikit para pakar yang menggali hikmah dari ibadah shalat. Ritual ini bermanfaat untuk kesehatan, kecerdasan, kedisiplinan dan kebaikan lainnya. Dan yang lebih umum kita sering mendengar bahwa shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

Lha kok, rajin shalat namun korupsi, berdusta, kata-katanya menyakitkan hati. Nah, hal seperti itu dipastikan bukan salah shalatnya, tapi oknum orangnya saja yang tidak konsisten mengamalkan ajaran shalat. Kata Pak Kiyai, shalatnya belum bener. Dan, kondisi seperti ini bukan satu dua orang saja, banyak. Boleh jadi tanpa sadar kita termasuk di dalamnya. Aduh, mari kita perbaiki diri terus-menerus agar shalat ini membekas dalam kehidupan sehari-hari kita. 

Shalat yang bisa mewarnai kehidupan kita tentunya shalat yang khusyu'. Khusyu' ini dalam fikih shalat bukan termasuk rukun yang harus ada. Namun shalat tanpa khusyu' bagaikan jombi, mayat hidup. Ihhh syeereem. Khusyu'' itu nyawa yang menjadi prasyarat adanya kehidupan. Maka sebisa mungkin khusyu' ini harus dihadirkan. Jangan sampai shalat sambil ketawa-ketiwi, sunggal-senggol, larak-lirik, dan prilaku lain yang menjauhkan diri kita dari khusyu'. Kiat khusyu' sederhana, bayangkan saja jika shalat yang anda lakukan saat ini adalah shalat yang terakhir. Karena boleh jadi selesai shalat Malaikat Ijrail memanggil. Maka dengan sendirinya anda akan serius dengan shalat ini.

Khusyu' itu masalah hati. Namun untuk shalat khusyu' tidak cukup bermodalkan hati. Kita perlu mempelajari seperangkat ilmu shalat yang terdapat dalam syariat islam sebagaimana telah digariskan oleh para ulama fikih. Oleh karena itu, mari kita belajar tiada henti kepada ahlinya. Mereka adalah para ulama pewaris para Nabi. Maka hadirilah majelis-majelis ta'lim, pengajian, pondok pesantren untuk menimba ilmu dari para ulama. Dan carilah ulama yang benar-benar ulama agar kita bisa dibimbing sebaik-baiknya. Dan bagi para siswa MTs kelas 7 materi fikih dasar Bab 3 di sini bisa anda DOWNLOAD. semoga bermanfaat. 

Previous
Next Post »