Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semangat Kembali Belajar Online

Semangat Kembali Belajar Online


Bagaimana sobat apakah hari ini masih semangat untuk terus belajar? Ya, jika kita ingin selalu mengikuti kemajuan maka hasrat belajar penting sekali agar terus dihidupkan. Logika sederhanya ilmu setiap detik terus maju, sehingga harus diimbangi dengan semangat diri mengikuti kemajuan ini. Bahkan lebih dari itu, hendaknya kita berusaha untuk menginisiasi dalam menciptakan kemajuan tersebut. Dan semua bermula dari sebuah ide, sehingga setiap diri kita perlu merenung, berpikir, dan berdoa agar Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu itu kita bisa menjadi wasilah kemajuan diri dan orang lain di sekitar kita.

Sudah menjadi kenyataan bahwa saat ini kondisi masih pandemi. Gerak langkah kita dalam menjalani amanah menjemput rezeki di bumi Allah ini agak terbatasi dengan berbagai aturan, terutama protokol kesehatan. Kita tak bisa lagi berkumpul bersama untuk ngopi (ngolah pikiran) secara berjamaah pada waktu yang sama di suatu tempat. Kecuali pada forum-forum terbatas. Para pegawai juga diberlakukan jadwal shift-shiftan antara WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office). Para siswa sampai saat ini belum bisa belajar secara tatap muka. Karena belum juga bergerak, sudah ada berita ratusan santri/siswa positif Covid gegara "maksa" tatap muka ini.

Beruntung saat ini ada teknologi yang bisa menjadi sarana untuk memfasilitasi belajar setiap orang yang berjiwa pembelajar. Siapapun orangnya, baik guru atau siswa, pejabat atau rakyat, pengusaha atau pekerja, mereka yang berjiwa pembelajar, tidak akan pernah mati kutu karena pandemi yang belum juga berlalu. Memanfaatkan teknologi semacam Zoom, Teams, Google Meet dan sebagainya bisa menjadi alternatif untuk mengakomodir semangat belajar.

Saya kira sobat lebih berpengalaman dalam hal belajar secara online ini. Jujur saja kalau saya mengenal moda daring dalam belajar ini baru sekitar tahun 2018. Waktu itu terisnpirasi saat menghadiri sebuah kegiatan seminar di gedung Balai Desa Darma yang membahas tema ke-IT-an. Dari sana saya memasuki gerbang komunitas bernama Sagusapop (Satu Guru Satu Pola Pembiasaan) yang merupakan salah satu kanal belajar IGI (Ikatan Guru Indonesia). 

Setelah itu saya mencoba belajar dari kanal ke kanal dalam wadah salah satu organisasi tersebut. Namun karena di tahun 2019 konsentrasi saya terfokus untuk mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka kegiatan di kanal-kanal pembelajaran online saya tinggalkan sementara. Di tahun 2000 mulai tumbuh lagi semangat belajar online dari berbagai komunitas lainnya. Namun, pada pertengahan hingga akhir 2000-an saya sempat stagnan mengikuti perkembangan. Bukan apa-apa, karena merasa kelelahan berinteraksi terlalu banyak dengan laptop dan smartphone.

Namun kini semangat belajar itu tumbuh lagi. Karena saya merasa terpanggil untuk terus mengupgrade ilmu pengetahuan. Salah satu buktinya, pada saat tulisan ini dibuat pun saya sedang mengikuti "Majelis Zoom" yang diadakan oleh Bidang Garapan Pendidikan Persis Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Seksi PAIS Kemenag. 

Sebagai peserta, dalam kegiatan ini kami mendapatkan banyak pencerahan. Baik dari host yang keren Kang Asep Gunawan maupun para narasumber lainnya. Salah satu narasumber yang hadir pada sesi pertama kegiatan ini adalah Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, Bapak Dr. H. Hanif Hanafi, M.A. Dalam sambutannya beliau memotivasi kita bahwa kegiatan seperti ini bagian dari tolabul ilmi yang dapat mengundang keberkahan. Selain itu juga beliau mewanti-wanti agar selalu mematuhi protokol kesehatan berupa 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pake sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi. Sosialisasi 5M ini juga sebagai implementasi dari 9 Instruksi Menteri Agama dalam rangka ikhtiar bersama agar pandemi segera berakhir.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kasubdit PAI SD/SDLB yang mendapat sambutan hangat dari peserta. Terbukti dengan meluncurnya pertanyaan bertubi-tubi dari para peserta. Mereka menanyakan berbagai persoalan mulai dari TPG, Tukin, PPG, daln lain-lain. Dalam sambutannya beliau menyampaikan hal-hal penting terkait dinamika Pendidikan Agama Islam (PAI), diantaranya: PJJ (Pendidikan Jarak Jauh), ujian sekolah, seragam sekolah, PPPK, TPG dan PPG.

Dan setelah selesai sesi pertama berupa sambutan-sambutan tersebut, dilanjutkan dengan materi pada sesi kedua. Pemateri pertama Drs. Aang Taufik, M.Si. menyampaikan materi bertajug Whatsapp Auto Respon. Ada 3 langkah dalam menggukan aplikasi ini yakni: Instalasi, Pembuatan bahan materi (ulangan) dan Sinkronisasi. Sebelum ini saya juga pernah menggunakan aplikasi ini. pada semester sebelumnya. Alahmadulillah cukup menarik, terlepas dari kekurangan dan kelebihan sebuah aplikasi. 

Dan pada materi ini ada hal menarik yang disampaikan oleh pemateri diantaranya motto hidup yang memotivasi kita untuk tetap bertumbuh di masa pandemi. Motivasi tersebut terangkum dalam 4B yang merupakan kependekan dari:

  1. Berubah, kita harus berusaha agar berubah lebih baik;
  2. Berlatih, untuk berubah lebih baik perlu terus berlatih
  3. Berbagi, budayakan sharing (berbagi) ilmu yang didapat
  4. Bersenang-senang, intinya jangan panik, tetap tenang. Insyaa Allah pandemi akan berlalu.
Selanjutnya pemateri kedua Ibu Ade Titin Gumanti, M.Pd. menyampaikan materi metode pembelajaran Mask Party atau pesta topeng. Dan dilanjutkan oleh pemateri ketiga ibu Pepy Aryani, S.Pd.I menyampaikan materi Powtoon sampai saat artikel bebas ini ditulis. 

Dan intinya bagaimanapun kondisinya, semangat belajar harus kita tumbuhkembangkan. Karena menuntut ilmu itu adalah kewajiban sepanjang hayat. Bukankah itu terdapat pada hadits Rasulullah Saw? Dan bahkan Wahyu Allah yang pertama kali juga berbunyi Iqro, bacalah!?




Posting Komentar untuk "Semangat Kembali Belajar Online"